Biaya Influencer Mahal? Cek 4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Influencer Marketing.

Table of Contents

Mendengar Influencer Marketing pada masa sekarang bukanlah hal yang asing lagi, dikarenakan semakin banyak brand-brand besar bahkan small business memakai Influencer Marketing sebagai salah satu strateginya untuk menaikkan Awareness dari produknya. Influencer marketing dapat memberikan dampak yang besar terhadap Awareness brand ketika pertama kali menggunakannya. Namun terdapat empat hal yang harus kamu perhatikan sebelum menggunakan Influencer Marketing lho, yaitu Pentingnya User Engagement, Fitur Instagram, melakukan riset audience, dan asumsi yang sering muncul tentang Influencer Marketing. Mari kita bahas dengan tuntas empat hal ini.

1. Pentingnya User Engagement dibandingkan jumlah followers.

Secara sekilas jumlah followers merupakan hal penting untuk seorang Influencer, namun hal tersebut tidak bisa menentukan dengan pasti apakah Influencer tersebut bagus atau tidak. Peran User Engagement jauh lebih dapat dipercaya untuk menilai performa dari Influencer seperti, jumlah komentar, likes, dan share dari konten yang di publish Influencer tersebut. 

Faktanya semakin banyak jumlah followers, engagement yang didapatkan juga semakin sedikit. Hingga kini, Nano Influencer masih merajai engagement yang tinggi dibandingkan Influencer jenis lainnya, hal ini dikarenakan Nano Influencer memiliki ikatan yang kuat dengan para followersnya sehingga hal ini membuat engagement mereka jauh lebih tinggi.

2. Memaksimalkan Fitur yang ada di Instagram.

Terdapat beberapa fitur yang bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan promosi produk kamu, yaitu “Swipe Up”, fitur ini bisa digunakan oleh akun yang sudah memiliki verifikasi dari Instagram atau akun bisnis yang memiliki lebih dari 10.000 followers. Fitur Swipe up ini tentu saja dapat memudahkan konten yang menggunakan CTA (Call to Action) ke langkah berikutnya, dalam hal ini Micro Influencer dapat membantu fitur Swipe up karena sudah memiliki followers lebih dari 10.000.

Ada cara lainnya jika akunmu belum terverifikasi atau belum memiliki followers hingga 10.000, yaitu menggunakan fitur tautan pada bio di profil Instagram yang bisa kamu manfaatkan untuk mengarahkan followers kamu ke konten yang relevan.

Photo by Omkar Patyane from Pexels

3. Penting! Lakukan riset demografi audience.

Influencer yang paling sering kita temukan di media sosial lebih sering mengangkat topik lifestyle dikarenakan topik ini bisa mencakup banyak hal seperti travel, food, makeup, dan banyak lagi. Yang perlu diperiksa bukan hanya Influencernya tetapi juga audience yang secara tidak langsung lebih penting untuk mengetahui apa yang benar-benar mereka suka atau inginkan dari konten yang dibuat oleh para influencer.

Cara untuk mengetahui apa yang disukai para audience kamu bisa berkolaborasi dengan agensi yang sudah terbiasa dengan demografi keinginan audience, bisa juga memakai inside tool, atau dapat bekerja langsung dengan Influencer Platform seperti LEMON, yang menyediakan demografi engagement rate dari para Influencer yang mendaftar. Disini kamu juga bisa mendapatkan berbagai macam Influencer yang sesuai dengan tipe campaign yang ingin kamu buat karena LEMON sudah memiliki lebih dari 20.000++ Influencer yang mendaftar.

Photo by fauxels from Pexels

4. Berasumsi kalau Influencer Marketing mahal.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Influencer Marketing memang benar-benar dapat membantu brand dan produk kamu mendapatkan banyak perhatian. Namun banyak juga yang berpikir kalau menggunakan Influencer untuk mempromosikan brand kamu sangatlah mahal, pemikiran ini tidak 100% salah. Di LEMON kamu dapat menemukan harga yang terjangkau dengan menggunakan Nano Influencer, terlebih influencer tipe ini juga memiliki engagement yang tinggi. 

Dengan harga yang jauh lebih terjangkau, kamu juga mendapatkan Influencer profesional dengan performa yang baik dan bagus untuk mempromosikan brand kamu. Terlebih konten yang dibuat para Influencer jauh terlihat lebih real dan tidak mengeluarkan biaya yang besar juga dalam pembuatannya. Menurut penelitian, sebanyak 80% konten di media sosial yang paling diminati pada tahun 2021 nanti adalah konten video. Mulai dari story di instagram, Youtube, hingga TikTok yang kini sedang naik-naiknya.

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Saatnya brand kamu menerapkan Influencer Marketing sekarang juga sebagai strategi dalam mengakhiri tahun 2020 ini dengan kenaikan Awareness produk dan juga penjualan kamu. Ketahui paket Influencer Marketing mana yang cocok untuk brand kamu dengan klik disini.

Registrasi GRATIS Sekarang

Buat Campaign lebih mudah, cepat, dengan pilihan Influencer yang banyak hanya dalam 1 platform.

Tips dan Trick Campaign

Dapatkan pekembangan Influencer Marketing terkini untuk bisnis Anda.

Rahasia Campaign Sukses

Tips Campaign Influencer Marketing Sukses hanya di LEMON Influencer Platform.

Buat Akun

Saya pemilik brand

Saya ingin meningkatkan brand awareness dan menjual produk saya.

Saya seorang influencer

Saya ingin menampilkan produk dan mendapatkan benefit

Indonesia Influencer Report Q2

Report Influencer Indonesia pada kuartal dua tahun 2021. Report ini akan mengupas influencer per-industri, mulai dari teknologi, beauty, F&B, hingga fashion.