Jika ingin menjadi influencer, jangan lakukan 5 hal berikut!

Jika ingin menjadi influencer, jangan lakukan 5 hal berikut!

Jika ingin menjadi influencer, jangan lakukan 5 hal berikut!

to be an influencer, you have to love people before you can try to lead them

John C Maxwell

Hai lemonians..!πŸ‹πŸ’›

Menurut kalian apa sih arti dan makna dari influencer? Selebgram! Orang yang punya pengaruh di sosial media! Pokoknya yang terkenal itu deh kak! Sebagian publik mungkin mengira hal-hal seperti di atas adalah arti dan makna dari kata influencer itu sendiri. Memang tidak salah sih namun penjabarannya detail nya adalah sebagai berikut. Influencer adalah orang-orang yang memiliki jumlah followers yang tidak sedikit dimana mereka mampu memiliki pengaruh yang besar di sosial media dalam hal promosi sebuah barang atau jasa. Faktanya di generasi saat ini influencer marketing dinilai menjadi cara yang paling efektif dalam mempromosikan sesuatu, karena masyarakat milenial saat ini lebih banyak menghabiskan waktu sehari-hari nya di sosial media. Melihat konten-konten menarik di sosial media terlebih yang berkaitan dengan kegemaran masyarakat membuat pekerjaan influencer menjadi diminati. Mengapa tidak? Karena tidak sedikit brand-brand besar mengajak mereka untuk bekerjasama, dimana mereka bisa mendapatkan barang secara gratis dan juga terdapat bayaran dari hasil kerjasama tersebut. So, keuntungan menjadi influencer juga cukup banyak yang sudah kita bahas di lemonblog berikut

Tapi tahukah kalian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu ingin menjadi seorang influencer loh..jangan lakukan hal-hal berikut jika kalian ingin menjadi seorang influencer yang sukses kedepannya

  1. Jangan asal terima kerjasama

Ketika kalian meniti karir pasti kalian menjadi haus akan popularitas, dampak nya kalian lupa dengan jati diri dan karakter kalian. Ketika ditawarkan pekerjaan oleh banyak brand kamu pun akhirnya asal memilih tanpa memilah, itu tidak baik ya lemonians. Kenapa? Karena kamu harus jadi diri sendiri. Misalnya passion kamu di makeup lalu tiba-tiba kamu dapat tawaran untuk kerjasama dengan produk masak. Karena kamu gelap mata dengan penawaran tersebut mungkin karena fee atau brand nya jadi kamu asal terima kerjasama tersebut padahal kamu ga bisa masak. So, pikirkan lagi ya sebelum kamu kerjasama karena hasilnya nanti kamu malahan dianggap tidak konsisten dengan konten kamu sendiri. Dan bisa jadi followers kamu memang didominasi yang suka makeup ketika kamu membuat konten masak yang ada engagement kamu turun, kira-kira siapa yang rugi? Kamu juga yang akan merasa rugi

  1. Jangan asal dalam membuat konten

Buat kamu yang mungkin sudah lama menjadi influencer pasti sudah tidak asing lagi sama yang nama nya brief campaign. Ya..sudah semestinya tiap campaign pasti ada brief nya lemonians, kira-kira untuk apa sih? Supaya maksud dan pesan dari produk yang akan dipromosikan tidak asal-asalan dan lebih terarah. Jangan sampai kamu inisiatif untuk improvisasi tapi berujung menyalahi aturan yang ada pada brief lemonians. Hal itu bisa berdampak pada attitude kamu didepan brand loh, jangan sampai yaa huhu

  1. Jangan asal saat membuat caption

Berbicara soal brief, biasanya tercantum juga referensi caption yang diharapkan oleh masing-masing brand. Tapi beberapa influencer terkadang salah mengartikan hal tersebut, alhasil banyak yang menyalin untuk dijadikan bagian dari caption mereka. Kenapa itu dilarang kira-kira? Karena tiap orang memiliki style sendiri dalam menulis caption tidak sedikit dari brand mengharapkan influencer konsisten dengan style mereka dalam membuat caption tanpa menghilangkan poin-poin penting dari campaign tersebut. Selain itu, jika kamu hanya menyalin dari brief yang ada maka itu akan membuat caption kalian tidak menarik untuk dibaca. Hal tersebut bisa berdampak pada interaksi kalian dengan followers kamu. Buatlah caption yang menarik dengan jadi diri sendiri, yang membuat orang tidak malas untuk membacanya!

  1. Jangan mengambil karya orang lain

Poin ini penting banget ya lemonians, kenapa? Karena sebagai pembuat konten, sangat tidak etis ketika kita dengan sengaja mengambil karya orang lain. Kita tidak tahu bagaimana perjuangan orang tersebut dalam membuat konten atau memikirkan ide hingga menghasilkan konten yang bagus tersebut. Terinspirasi boleh tapi mengambil karya orang lain itu yang tidak boleh..ingat kata-kata Praveen Pavi β€œdon’t follow the trend..let the trend follows you” 

  1. Jangan memiliki etika yang buruk

Balik lagi soal etika nih lemonians, sepenting itu makanya kita ingetin terus heheMemiliki etika yang baik jangan hanya kalian dilihat oleh orang banyak. Tapi beretika karena kalian merupakan manusia yang bermoral. Merasa emosi itu wajar lemonians di dunia kerja tapi satu yang perlu diingat adalah being professional. Jaga etika dan tutur kata kalian baik di sosial media atau saat sedang berkomunikasi dengan agensi atau brand. Sebagai seorang pembuat konten memang penting dalam mengeluarkan ide-ide kreatif tetapi memiliki etika yang baik juga tidak kalah bagus. Kita sudah sempat bahas hal ini, jadi langsung di cek saja ke sini

Jadi itu lah 5 hal yang harus kalian hindari jika kalian ingin menjadi influencer  versi Lemon, apalagi kalau kalian ingin pekerjaan ini bertahan lama. Kira-kira menurut kalian ada apa lagi sih yang perlu dihindari sebagai seorang influencer? Atau kalian punya pengalaman tidak mengenakan selama jadi influencer? Tulis komen di bawah yaa, yuk kita saling belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi!

And see you di lemonblog selanjutnya…πŸ‹πŸ’›

Write a comment