Tips Strategi Marketing untuk Gen Z dan Millenial

strategi marketing untuk gen z dan millennial
Kenali perbedaan dan strategi marketing Gen Z dan Millennial yang sesuai untuk mencapai keberhasilan bisnis Anda saat ini. Baca selengkapnya.

Table of Contents

Awalnya Anda pasti berpikir bahwa Gen Z dan Millennial kurang lebih sama. Namun, jika Anda lebih pelajari, keduanya punya keunikan sendiri. Dalam melakukan strategi pemasaran untuk menarik kedua generasi ini, ketahui terlebih dahulu purchasing power pada kedua karakter tersebut.

LEMON akan bongkar rahasia untuk menyesuaikan strategi marketing untuk menggaet Gen Z dan Millennial berdasarkan shopping habit, customer service preferences, dll.  

Sebelum itu, kenali dulu apa itu Gen Z, Millennial, dan perbedaannya.

Apa yang Dimaksud dengan Gen Z?

Gen Z adalah mereka yang lahir di dunia digital pada usia 9-14 tahun. WiFi dan media sosial sudah menjadi kebutuhan Gen Z sejak lahir.

Pada umumnya, Gen Z adalah generasi yang sudah melekat pada teknologi dan sering menjadi trendsetter di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Gen Z cenderung bilingual, memiliki rasa keadilan yang kuat, dan merupakan demografis yang paling beragam.

Apa yang Dimaksud dengan Millennial?

Berdasarkan Pew Research Center, millennial adalah orang-orang yang lahir di tahun 1981-1996 yang tumbuh di tengah-tengah inovasi teknologi dan internet, serta yang pertama kali memahami dunia digital.

Hal ini membuat Millennial unik karena mereka bisa merasakan kehidupan sebelum dan sesudah adanya teknologi dan internet. Berbeda dengan generasi sebelumnya, millennial lebih nyaman menggunakan media sosial.

Millennial adalah generasi yang dikenal menghargai privasi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan mandiri.

Apa Beda Generasi  Z dan Millennial

Di bawah ini, LEMON akan menjelaskan lebih lanjut perbedaan utama yang harus Anda ketahui sebelum melakukan strategi pemasaran untuk Gen Z dan Millennial.

  1. Social Media Usage Trends

Cara millennial dalam mengkonsumsi konten adalah  berupa foto, video, koran online, bahkan iklan radio. Lebih menariknya, millennial lebih sering membuka email daripada Gen Z!

87% platform media sosial yang paling disukai millennial adalah Facebook, sedangkan Gen Z hanya 32% yang menggunakan platform tersebut.

Millennial cenderung berfokus pada iklan yang lebih panjang, sedangkan Gen Z lebih menyukai platform dengan mobile video experience seperti Youtube, Instagram Stories atau Reels, dan TikTok.

Dilihat dari konsumsi sehari-hari, Gen Z adalah penggemar platform TikTok yaitu sebesar 25%, sedangkan millennial hanya 9%. Tidak hanya itu, penggunaan Gen Z dalam menonton Youtube juga melampaui millenial, yaitu 77%, sedangkan millennial hanya 54%.

Maka dari itu, marketers harus mengerti bahwa millennial menyukai berbagai jenis konten khususnya dengan format tulisan dan video. 

Source: Y Pulse​​

Strategi pemasaran untuk millennial dapat kamu lakukan melalui platform Instagram, Twitter, Facebook, dan berbagai strategi promosi lainnya seperti iklan online, posting carousel, dan podcasting. Selain itu, weekly email dan monthly email juga merupakan yang tepat untuk menjangkau audiens millennial. 

Sedangkan untuk Gen Z, marketers harus memiliki kemampuan untuk membuat konten video yang dapat menarik perhatian mereka, relatable, dan secara langsung. 

  1. Brand Trust

Menurut penelitian 2020 Salesforce research, 50% millennial lebih percaya terhadap brand, sedangkan Gen Z hanya 42%. Namun, mereka tetap berharap adanya transparansi dalam menyajikan iklan, serta feeds yang rapi, estetik, dan konsisten.

Feed yang rapi dan konsisten untuk strategi marketing gen z dan millenial
Source: @dearmebeauty’s Instagram

Gen Z cenderung menyukai iklan yang realistis daripada idealis. Kenapa? Gen Z ingin melihat orang-orang yang “asli” untuk membahas produk daripada selebriti 

Karena Gen Z memiliki demografis yang beragam, mereka sangat menghargai perbedaan dengan latar belakang yang berbeda. Gen Z juga cenderung lebih tertarik pada brand yang bisa mengemas konten yang relatable dengan kehidupan.

Strategi Marketing untuk Memikat Hati Gen z dan Millennial

Cara untuk menghubungkan audiens Gen Z dan Millennial

  1. Menggunakan strategi Influencer Marketing

Influencer marketing dapat menghilangkan hambatan iklan tradisional karena audiens diperkenalkan dengan brand melalui influencer di Instagram, TikTok, dan Youtube.

Ketika influencer merekomendasikan produk di media sosial, kemungkinan besar temannya akan menjadi pelanggan dari brand tersebut karena bersumber dari orang yang dipercaya.

Anda bisa menggunakan LEMON Influencer yang akan mempermudah Anda bekerjasama dengan influencer hanya dengan beberapa klik.

  1. UGC atau User Generated Content

UGC adalah konten yang dibuat oleh penggunanya langsung. Mereka akan menunjukkan dirinya menggunakan produk atau layanan yang disukai, kemudian membagikan pengalamannya.

Konten UGC akan merekomendasikan suatu produk atau layanan kepada audiensnya. Hal ini akan menarik perhatian Gen Z dan Millennial karena merupakan testimoni asli dari penggunanya.

influencer marketing dan user generated content untuk strategi marketing gen z dan millennial
Source: @velsiana’s Instagram

Konten UGC dapat meningkatkan penjualan dan membangun loyalitas brand.

  1. Customer Journey

Menurut millennial, pengalaman pelanggan adalah nilai yang sangat penting. Studi dari sales force menemukan bahwa millennial memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap purchase journey.

Millennial ingin memiliki keterhubungan dengan brand secara mudah dan cepat. Maka dari itu, respon dari Anda sangat penting dari berbagai channel. 

Sedangkan Gen Z yang terbiasa dengan  Netflix dan Spotify memberikan playlist yang sesuai dengan lagu dan film yang disukai, serta Youtube yang dapat membuat next video yang sesuai dengan video yang biasa ditonton. Inilah kenapa Gen Z lebih suka menikmati konten yang relatable dengan dirinya.

MARKETING TAKEAWAY: 

Karena millennial berekspektasi untuk customer service yang cepat dan mudah di akses, sangat penting untuk mengembangkan interaksi self-service secara 24 jam. Millennial ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaannya dan melacak pesanannya kapanpun.

Source: Tokopedia

Sedangkan untuk Gen Z, brand harus mengembangkan hyper-personalized service atau layanan yang dapat dipersonalisasikan.

Anda harus kreatif dalam memahami keinginan konsumen secara spesifik. 

  1. Online Shopping Trends

Pastinya Anda sudah tahu bahwa millennial suka membaca review sebelum membeli produk. Studi menemukan bahwa 80% millennials selalu mencari riset sebelum memutuskan untuk membeli produk.

Millennial peduli terhadap bagaimana suatu brand beroperasi. Mereka menginginkan purchase journey yang menyenangkan dan mulus dari awal hingga akhir.

Berbeda dengan Gen Z, dua kali lebih banyak dari millennial dalam melakukan pembelian online. Gen Z menyukai tawaran yang menarik dengan memaksimalkan uang yang dikeluarkan dalam membeli, seperti gratis ongkir, hadiah, dan kupon.

Untuk memaksimalkan ekspektasi kedua generasi ini, sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi mobile.

User journey harus dapat memberikan proses pembelian yang lancar. Penggunaan fitur seperti “link in bio” juga dapat digunakan untuk mempermudah dalam mengarahkan konsumen dalam melakukan pembelian.

influencer marketing platform untuk mempermudah strategi marketing gen z dan millenial
Source: @lemoninfluencer.id’s Instagram

Untuk Gen Z, kamu bisa memberikan insentif seperti kupon dan gratis ongkir.

Jadi, apa kunci utama sebelum melakukan strategi pemasaran untuk Genz dan Millennial?

Pahami apa yang membedakan audiens Gen Z dan Millennial akan membuat semakin besar peluang Anda dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong penjualan, dan membangun komunitas.

Terapkan strategi pemasaran dengan pesan yang tepat melalui channel yang sesuai agar Anda dapat menjangkau audiens yang sesuai!

Mau kerjasama dengan Influencer untuk targetkan Gen Z dan Millennial? Konsultasikan bisnis Anda dengan tim kami!

Registrasi GRATIS Sekarang

Buat Campaign lebih mudah, cepat, dengan pilihan Influencer yang banyak hanya dalam 1 platform.

Tips dan Trick Campaign

Dapatkan pekembangan Influencer Marketing terkini untuk bisnis Anda.

Rahasia Campaign Sukses

Tips Campaign Influencer Marketing Sukses hanya di LEMON Influencer Platform.

Buat Akun

Saya pemilik brand

Saya ingin meningkatkan brand awareness dan menjual produk saya.

Saya seorang influencer

Saya ingin menampilkan produk dan mendapatkan benefit

Indonesia Influencer Report Q2

Report Influencer Indonesia pada kuartal dua tahun 2021. Report ini akan mengupas influencer per-industri, mulai dari teknologi, beauty, F&B, hingga fashion.