Tips Bijak Menghadapi Ujaran Kebencian

If you feel like you’re losing everything, remember trees lose their leaves every year and they stand tall and wait for better days to come

Kamu pernah merasa stres karena mendapat banyak komentar negatif? 

atau karena merasa konten yang kamu punya tidak memenuhi ekspektasi kamu?

Hal yang perlu lemonians ingat adalah, roda itu terus berputar kadang kamu di atas dan juga kamu harus siap ketika kamu di bawah. Selera orang berbeda-beda, maka dari itu kita tidak bisa memaksakan selera orang lain. Itulah kenapa segala sesuatu pasti ada pro dan kontra. Mengalami stres dengan aktivitas sosial media yang kamu lakukan hampir tiap hari itu wajar terjadi kok lemonians. 

Terkait dengan masalah yang telah kami singgung di awal, lemonblog kali ini kami mendapatkan kesempatan untuk mengajak salah satu lemon squad yang siap membantu teman-teman semua yang mungkin saat ini tengah sulit menghadapi stres yang berkepanjangan. Perkenalkan namanya adalah Fadhilla Fajrah, beliau merupakan sarjana psikologi dan dirinya sering turut serta dalam sharing session seputar dunia psikologi. Spotify digunakan Fadhilla sebagai salah satu platform yang ia gunakan untuk berbagi ilmu kepada orang lain. Pada kesempatan ini Fadhilla akan membahas terkait stress management. Yuk kita simak info dari Fadhilla..

Kehidupan sebagai seorang Influencer tidak terlepas dari yang namanya hate comment. Para influencer sering kali mendapatkan pesan yang menjatuhkan dan menghakimi mengenai penampilan, warna kulit ataupun status sosial. Hal ini sering kali membuat para influencer menjadi insecure. Belum lagi masalah-masalah lain yang influencer sedang hadapi. Misalnya masalah keluarga, pertemanan, sekolah atau kampus dan lainnya. Banyaknya masalah dan kondisi yang lelah membuat seseorang rentan mengalami stress.

Fadhilla Fajrah

Penggunaan kata stress secara populer mencakup adanya tekanan yang tidak dapat dikendalikan dan gangguan-gangguan kecil yang terjadi terus-menerus. Kondisi stress ini dapat terlihat dari perilaku, pikiran, perasaan dan juga secara fisiologis. Pikiran seseorang yang sedang mengalami stress cenderung negatif, pikiran menjadi irasional, lamban mengambil keputusan, overthinking, sulit tidur dll. Perasaan pun cenderung lebih sensitif, merasakan cemas, murung dan juga gelisah. Tidak kalah bahayanya, stres ini juga mempengaruhi fisik seseorang karena stres dapat menurunkan imun, mengganggu kinerja jantung, keringat berlebihan dan gangguan fisik lain.

Oleh karena itu penting bagi seorang influencer untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi stress dengan tepat. Hal ini menjadi penting karena sebagai seorang manusia kita perlu menjalani hidup dengan dinamis, bahagia dan terus menjadi lebih baik. Ketika stres tidak dapat ditangani maka kreatifitas pun berkurang dan banyak tanggung jawab yang akhirnya terabaikan bahkan banyak tujuan-tujuan yang tidak tercapai.

Nah, ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan ketika kamu mengalami stres.

  1. Melakukan relaksasi. Ini merupakan cara paling cepat untuk mengatasi tekanan fisiologis dari stress. Menurut penilitian dengan mengukur aktifitas di otak ditemukan bahwa sering melakukan relaksasi dapat meningkatkan kinerja di bagian-bagian otak yang merangsang emosi positif dan keuntungan jika dilakukan terus menerus memberikan dampak positif pada sistem kekebalan tubuh. Selain relaksasi teman-teman juga bisa melakukan meditasi dan olahraga.
  1. Mengatasi masalah secara langsung. Ada dua tipe, yaitu:
  • Problem focused coping. Seperti namanya seseorang harus fokus terhadap masalah tersebut. Misalnya menenangkan diri, membuat catatan, bangun lebih pagi, atau tidak membaca komentar dari orang yang tidak dikenal.
  • Emotional focused coping, yang berarti fokus pada emosi yang dirasakan. Singkatnya ini dilakukan dengan cara merubah respon emosi untuk terkait kondisi yang membuat mereka stress. Misalnya, ketika mendapatkan hate comment ubah emosi kita menjadi lebih positif seperti merasa bersyukur ada orang yang peduli.

Strategi sosial. Sejauh ini kita ngebahas mengenai strategi yang dilakukan secara individu. Kali ini kita akan bahas peran orang lain yang dapat membantu anda mengatasi stress. Ketika ada masalah carilah seorang teman yang dapat kalian percaya. 

  1. Memiliki teman adalah hal yang menyenangkan karena kita makhluk sosial yang tidak semua bisa dilakukan serba sendiri. Ketika kita bahagia bersama teman hal ini dapat meningkatkan kesehatan kita.  
  2. Selain teman kalian juga harus punya kelompok yang mendukung. Seperti perkumpulan orang-orang yang mempunyai hobi yang sama. Seperti tergabung di satu management influencer. 
  3. Mengatasi stres dengan membantu orang lain. Dari pengalaman seorang psikolog bernama Segal, ia mengatakan bahwa orang mendapatkan kekuatan dengan mengurangi fokus terhadap kesulitan mereka sendiri dan lebih banyak menolong orang lain yang juga berada dalam kesulitan.  Dapat dilakukan sekedar dukungan emosional seperti memberikan semangat.

Jadi itu dia lemonians beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi stres menurut Fadillah. Ujaran kebencian akan sulit kita hindari karena segala sesuatu yang kita lakukan belum tentu orang lain akan suka, selera dan cara pandang orang berbeda-beda. Mulai lah dari diri kita untuk lebih memfilterisasi apa yang perlu kita baca dan yang tidak. Ada hal penting yang perlu diingat lemonians, untuk sampai disini banyak hal dan rintangan loh yang sudah kamu lakukan sehingga jangan sampai semua kamu relakan hanya karena ujaran kebencian dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab merusak impian dan kreasi kamu. Detox sosial media juga bisa loh kamu lakukan. Kamu bisa mengambil satu minggu rehat dari dunia sosial media perbanyak interaksi dengan keluarga dan teman-teman kamu. Kita harus bisa mengatasi stres yang ada karena kita wajib bahagia karena ketika kita bahagia kita akan mudah untuk membahagiakan orang lain. Nah lemonians biasanya apa yang kamu lakukan saat menghadapi ujaran kebencian?

Refrensi:

Lazarus, Richard & Folkman, Susan. (1986). Stress, Appraisal Coping. New York. Springer Publishing Company

Wade, Carol & Tavris, Carol. (2007). Psikologi Edisi Kesembilan Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga

Fadhilla Fajrah Podcast : Obrolan Psikologi
Instagram : @kakdilla_

2 Replies to “Tips Bijak Menghadapi Ujaran Kebencian”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *